Kembangkan Kemampuan Berbahasa Inggris & Menjadi Komunikator Global

Kembangkan Kemampuan Berbahasa Inggris & Menjadi Komunikator Global

Bahasa Inggris merupakan bahasa komunikasi untuk segala jenis pertukaran internasional, baik berupa barang, layanan maupun gagasan di berbagai belahan dunia. Untuk itu, kemahiran berkomunikasi dalam bahasa Inggris sangat dibutuhkan di era "dunia tanpa batas" seperti sekarang dan sebagai bahasa kedua dan bahasa universal harus terus dilatih sejak usia sekolah. Prof Arnold Agustjin, akademisi bahasa Inggris serta pengembang Anglia di Belanda mengemukakan bahwa perlu adanya keseimbangan dan keseriusan dalam setiap tahapan pembelajaran Bahasa Inggris.

"Kombinasikan dengan kegiatan yang menyenangkan dan menginspirasi seperti pertemuan berskala global atau internasional dalam sesi kelompok kecil. Hal ini tentunya menjadi perpaduan yang atraktif," katanya saat. Senada, pakar teknologi dan juga akademisi sekaligus Presiden SLCC, Prof. Dr. Ir. R. Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., MA. mendorong pembelajar Indonesia, baik guru maupun siswa, untuk terus meningkatkan semangat dalam mempelajari Bahasa Inggris dengan cara yang inovatif. "Indonesia dikelilingi negara negara lain yang mayoritasnya menggunakan Bahasa Inggris, baik sebagai Bahasa ibu, maupun sebagai Bahasa keduanya.

Untuk itu mempelajari Bahasa Inggris dengan benar dan cara yang tepat seharusnya menjadi kebutuhan dan dilakukan dengan memanfaatkan teknologi, serta berbagai cara yang positif serta menyenangkan," kata Eko. Noviya Setiyawaty, Project Manager & Indonesia Representative Asean Education Group (AEG) Anglia Indonesia, mengatakan bahwa belajar bahasa Inggris itu harus secara lengkap serta mencakup keempat kompetensi dasar yang ada yaitu aspek membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara. Keempat kompetensi tersebut harus terus dibangun secara terstruktur serta bertahap, ini menjadi sebuah keharusan yang praktikal dan juga bermakna saat pembelajaran berlangsung.

"Selama ini Indonesia telah diperkaya dengan berbagai program dari pusat pengembangan bahasa Inggris maupun lembaga tersertifikasi internasional lainnya. Anglia hadir dengan program pengalaman belajar yang berbeda," ujar Noviya. Menyadari pentingnya bahasa Inggris ini, Anglia Examinations membuka program Anglia Indonesia English Learning Experience 2021, yang diselenggarakan secara daring menggunakan On line learning platform Anglia. Pada gelombang pertama ini terdapat 11 sekolah di Indonesia yang telah bergabung mengikuti program mewakili jenjang SMP, SMA dan atau SMK. Jenjang SMP, antara lain SMP Cipta Cendikia Bogor, SMP Regina Pacis Surakarta, SMP Edu Global Bandung, dan SMP Maria Assumpta Klaten.

Sementara jenjang SMA diwakili SMA Plus PGRI Cibinong, SMA Negeri 2 Bogor, SMAIT At Taufiq Bogor, SMA Regina Pacis Surakarta, dan SMAK 1 Penabur Jakarta. Tidak ketinggalan dua Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) juga ikut bergabung, yaitu SMK Negeri 26 Jakarta, dan SMK Cor Jesu Malang. "Pembelajar di Indonesia telah memulai suatu awal yang baik bersama Anglia International Network Project (Proyek Membangun Jaringan Internasional). Anglia Indonesia juga bekerja sama dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) untuk memberdayakan lebih banyak pembelajar di sekolah, baik siswa maupun guru.

Bahkan orangtua dan lingkungan komunitas sekolah agar bisa belajar bahasa Inggris dengan cara yang inovatif dan membangun karakter positif. Fransiska Susilawati, sebagai Perwakilan Pengurus Besar Ketua Departemen Hubungan Luar Negeri PGRI menyampaikan bahwa generasi muda Indonesia harus mampu dan terampil menggunakan apa saja untuk belajar dan harus siap untuk belajar dari siapa saja dan dimana saja. "Kesempatan belajar bersama Anglia ini diharapkan mampu memberikan kesempatan yang baik dan seluas luasnya bagi peserta didik Indonesia untuk bertemu dan belajar dengan teman sebayanya yang berasal dari belahan dunia yang berbeda,"ungkap Fransiska.

Yang menarik, program ini membuka kesempatan para pembelajarnya untuk membangun networking yang luas guna mempraktekan bahasa Inggris secara praktis, baik kontekstual dalam keseharian maupun secara akademik bersama sekolah lain di Indonesia, bahkan dengan negara negara lain dari berbagai jaringan Anglia secara global. "Kami ingin memberi kesempatan kepada siswa memulai secara lebih awal, di jenjang pendidikan SMP, SMA maupun SMK di tahap awal ini," sambung Noviya. Program gelombang pertama ini akan berjalan selama 10 minggu ke depan, didampingi dan dikembangkan sebagai sebuah proses pengalaman baru bagi Anglia maupun sekolah sekolah yang terlibat.

Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *